Usai Polemik Pengusiran Wartawan, Kapolresta Sumenep Datangi Kantor PWRI, Buka Ruang Rekonsiliasi

Kedatangan Kapolresta, Kombes Pol Ariek Sentanu bersama jajaran disambut hangat oleh puluhan wartawan yang tergabung dalam DPC PWRI Sumenep. (Foto: Subaidi Pratama/PWRI)

SUMENEP, Rettro.id – Hubungan Polresta Sumenep dengan insan pers yang sempat memanas pascainsiden pelarangan peliputan upacara kenaikan status Polres menjadi Polresta pada 15 Juli 2026, mulai memasuki babak baru.

Kapolresta Sumenep, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, memilih mendatangi langsung organisasi-organisasi wartawan sebagai langkah membangun kembali komunikasi dan kepercayaan.

Salah satu kunjungan dilakukan ke Kantor Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sumenep di Jalan Semangka, Perumahan Satelit, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kamis (30/7/2026) pagi.

Kunjungan tersebut memiliki makna tersendiri. Pasalnya, beberapa pekan sebelumnya Polresta Sumenep menjadi sorotan setelah wartawan dilarang bahkan diusir saat hendak meliput upacara peningkatan status Polres menjadi Polresta. Peristiwa itu memicu protes keras dari berbagai organisasi wartawan di Kabupaten setempat.

Sebagai bentuk solidaritas dan protes terhadap tindakan yang dinilai menghambat kerja jurnalistik serta tidak menghormati profesi pers, seluruh organisasi wartawan di Sumenep kompak memboikot undangan silaturahmi yang sebelumnya dilayangkan pihak Polresta.

Situasi tersebut menjadi tantangan awal bagi Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu yang baru mengemban amanah sebagai Kapolresta Sumenep. Di tengah dinamika itu, ia memilih membangun komunikasi secara langsung dengan mendatangi organisasi-organisasi pers, bukan sekadar menunggu hubungan kembali mencair.

Kedatangan Kapolresta bersama jajaran disambut hangat oleh puluhan wartawan yang tergabung dalam DPC PWRI Sumenep. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dengan semangat memperkuat kemitraan antara kepolisian dan media.

Dalam kesempatan itu, Ariek menegaskan komitmennya membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers.

“Sebagai awal kami menunjukkan kepada masyarakat, insyaallah Polresta Sumenep guyub, rukun, dan siap ada untuk masyarakat serta siap bersinergi dengan semua elemen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, safari silaturahmi tersebut merupakan bagian dari agenda memperkenalkan diri sebagai pimpinan baru sekaligus mempererat komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sumenep.

“Kami di sini hadir, sewajarnya pimpinan baru yang hadir di Kota Sumenep, wajib hukumnya memperkenalkan diri. Ke depan, kami akan terus melakukan silaturahmi kepada semua stakeholder yang ada di Sumenep,” katanya.

Ariek mengaku bersyukur dipercaya memimpin Polresta Sumenep pada momentum bersejarah setelah status Polres resmi naik menjadi Polresta.

“Alhamdulillah, saya diberikan amanah untuk memimpin Sumenep untuk estafet kepemimpinan di Polresta Sumenep, setelah berubah dari Polres menjadi Polresta,” tuturnya.

Perwira menengah Polri berusia 43 tahun itu juga menuturkan perjalanan kariernya selama 22 tahun menjadi motivasi untuk terus menjaga marwah institusi Polri melalui pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Selama sepekan ke depan, Ariek mengatakan akan terus bersafari ke berbagai stakeholder guna memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami hadir ke sini dalam rangka silaturahmi atau bersafari selama satu minggu ini ke beberapa stakeholder. Secara konsisten kita terus hadir untuk bisa menyamakan satu pandangan. Kami sadari, kami tidak optimal bekerja kalau tidak dibantu teman-teman semua,” ungkapnya.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis sebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mencerahkan kepada masyarakat.

“Kami sangat butuh teman-teman PWRI untuk terus berkolaborasi. Sebagai support, pasti mental kami akan terus terjaga,” katanya.

Ia menambahkan, konsep kolaborasi yang ingin dibangun tidak berhenti pada komunikasi sesaat, melainkan melalui koordinasi dan silaturahmi yang berkelanjutan agar setiap aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Di hadapan para wartawan, Ariek juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun komunikasi yang dilakukan institusinya.

“Kami juga meminta maaf jika ada yang kurang baik, tapi kami akan terus berbenah dalam memberikan informasi dan komunikasi yang akurat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, menyambut positif kunjungan Kapolresta beserta jajaran. Menurut pria yang akrab disapa Iyon tersebut, silaturahmi itu menjadi langkah awal yang konstruktif untuk memperkuat kemitraan antara kepolisian dan insan pers.

Ia menegaskan, media dan kepolisian memiliki tanggung jawab bersama menjaga kondusivitas daerah melalui penyampaian informasi yang objektif, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kesempatan itu, PWRI juga menyampaikan dukungan atas perubahan status Polres menjadi Polresta dengan mengangkat semangat “Pelayanan Penuh Cinta”, “Sumenep Semakin Taat Aturan”, serta nilai “Ta’ Atokaran” yang mencerminkan budaya saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan hidup rukun di tengah masyarakat.

“Kami mengapresiasi kunjungan silaturahmi Kapolresta Sumenep beserta jajaran ke kantor DPC PWRI Sumenep. Bagi kami, ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi menjadi awal yang baik untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat antara kepolisian dengan insan pers,” pungkas Rusydiyono. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *