Pakan Satwa Disunat, Bahkan Singa dan Harimau Tak Berkutik di Hadapan Koruptor

Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, resmi ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: kompas.com)

SURABAYA, Rettro.id – Keserakahan ternyata tak hanya merugikan manusia, tetapi juga membuat para penghuni kebun binatang ikut menjadi korban.

Ironisnya, hewan-hewan yang seharusnya mendapat pakan dan perawatan layak justru harus menanggung dampak dugaan korupsi dana operasional di Kebun Binatang Surabaya.

Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar, resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana operasional. Berdasarkan perhitungan sementara bersama BPKP Jawa Timur, kerugian negara ditaksir mencapai Rp10,2 miliar. Melansir Kompas.com, Kamis, (23/7/2026).

Yang paling memprihatinkan, penyidik mengungkap dugaan manipulasi anggaran pakan dan kesehatan satwa. Dana yang semestinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan perawatan hewan diduga dipangkas, sementara laporan pertanggungjawaban dibuat seolah seluruh anggaran telah digunakan sesuai peruntukan.

Akibatnya sungguh tragis. Satwa-satwa yang tak tahu apa-apa justru harus “membayar” mahal. Banyak yang menjadi kurus, kesehatannya menurun, bahkan ada yang mati karena perawatan yang buruk.

Seolah belum cukup, penyidik juga menemukan indikasi kuat bahwa sebagian besar dana tersebut justru mengalir untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sungguh ironi. Di saat singa, harimau, gajah hingga orangutan hanya menunggu jatah makan dari pengelola, justru manusialah yang menunjukkan naluri paling buas. Korbannya bukan hanya uang negara, melainkan juga makhluk hidup yang bahkan tak mampu bersuara membela nasibnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *