Pesanan Ditahan, Kursi Panglima Melayang!Gatot Blak-blakan Soal Dicopot Jokowi

Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan di milad Partai Ummat yang ke-5 (Foto:Tangkapan Layar Youtube Partai Ummat)

YOGYAKARTA, Rettro.id – Curhat mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, buka suara soal momen “lengser sebelum waktunya” dari kursi panas militer. Bukan karena pensiun, bukan pula karena lupa apel pagi, tapi karena beda selera soal kenaikan pangkat!

Dalam panggung Milad Partai Ummat ke-5 yang digelar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Minggu (3/5/2026).

Gatot dengan gaya khasnya melempar “granat pernyataan” ke publik. Ia mengaku sempat diminta oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk mempromosikan seorang perwira tinggi jadi bintang tiga.

Masalahnya Gatot menolak pesanan Istana. Ia memilih jadi “tim cek fakta” ketimbang “tim ACC cepat”. Prinsipnya mirip auditor, tapi versi loreng.

“Saya buka aja sekarang, biar Pak Jokowi marah. Ketika Pak Jokowi minta ‘Pak Panglima, tolong dong ini naikkan bintang tiga. Saya periksa, nggak ada yang saya nggak periksa.”
ujar Gatot, mengutip Tribunvideo, Senin (4/5/2026).

Alhasil, keputusan itu diduga jadi salah satu tiket cepat menuju pintu keluar kekuasaan. Pada 8 Desember 2017, kursi Panglima resmi berpindah ke Hadi Tjahjanto yang saat itu jadi calon tunggal pilihan presiden. Mulus tanpa tikungan, seperti jalan tol dini hari.

Pada kesempatan itu juga, Gatot meluncurkan rimus sakti 70-20-10. Yakni “resep rahasia” agar Indonesia cepat naik kelas. 70% politik yang sehat, 20% ekonomi yang kuat, 10% faktor keberuntungan

Dan tentu saja, bonus tambahan, pemimpin yang bersih, berani, dan tidak “tersandera”. Kalau tidak, ya siap-siap saja, mimpi jadi negara maju cuma jadi wacana sambil ngopi.

Penutup yang bikin kening berkerut, Gatot menyebut bahwa pemimpin bisa saja “tersandera kepentingan”. Sindiran yang langsung bikin suasana mendadak panas seperti kamar tampa AC. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *