Ironi Idul Adha 2026 di India, Peternak Hindu Menangis, Pembeli Muslim Ketakutan

Seorang peternak Hindu di India kesulitan menjual sapinya akibat meningkatnya ketakutan masyarakat Muslim terhadap risiko hukum dan aksi kelompok ekstremis pelindung sapi. (Foto: istimewa)

INDIA, Rettro.id – Hari Raya Idul Adha 2026, menjadi sebuah ironi bagi kaum Muslim maupun para peternak sapi Hindu di Bengal, India.

Di tengah kandang yang masih penuh, sejumlah peternak Hindu justru dilanda kecemasan karena sapi-sapi yang mereka pelihara dengan modal utang kini sulit terjual akibat meningkatnya ketakutan masyarakat Muslim terhadap risiko hukum dan aksi kelompok ekstremis pelindung sapi.

Banyak peternak mengaku meminjam uang dalam jumlah besar demi membeli dan merawat ternak untuk momentum Idul Adha. Ada yang berutang hingga 3 lakh rupee, bahkan 5 lakh rupee, dengan harapan musim kurban menjadi kesempatan untuk keluar dari tekanan ekonomi. Namun tahun ini, harapan itu berubah menjadi beban.

Situasi diperparah oleh meningkatnya ketegangan terkait perdagangan dan penyembelihan sapi di sejumlah wilayah India. Sebagian warga Muslim memilih menghindari pembelian sapi karena khawatir menghadapi intimidasi, penyitaan ternak, hingga ancaman pidana. Akibatnya, pasar hewan sepi pembeli, sementara cicilan bank terus berjalan dan bunga utang makin menumpuk.

“Lebih baik dipenjara karena menjual sapi daripada keluarga saya kelaparan karena hutang,” ujar salah satu peternak dalam pernyataan yang menggambarkan tekanan ekonomi sekaligus ketakutan sosial yang mereka hadapi.

Kalimat itu menjadi potret getir tentang bagaimana upaya bertahan hidup justru dapat menyeret seseorang ke risiko hukum dan konflik sosial.

Kondisi tersebut juga memunculkan gelombang simpati di media sosial. Sejumlah video memperlihatkan peternak menangis sambil berharap sapi mereka dibeli sebelum Idul Adha tiba.

Namun rasa iba tidak cukup menghapus kekhawatiran masyarakat Muslim yang takut mengalami nasib serupa kasus Mustafa Qureshi, seorang pedagang yang mengaku kehilangan puluhan sapi setelah dirampas kelompok Gau Rakshaks sebelum akhirnya disita polisi.

Di sisi lain, ketegangan antarwarga kembali pecah di kawasan Mira Road, Mumbai, Rabu (27/5/2026). Keributan terjadi setelah sejumlah keluarga Muslim menyimpan hewan kurban di area kompleks perumahan.

Bahkan, kelompok ekstrimis Hindu membawa seekor Babi sebagai bentuk protes, dengan tujuan umat Muslim minoritas setempat mengganti hewan kurban.

Adu mulut hingga dorong-dorongan antarwarga tak terhindarkan sebelum polisi turun tangan mengamankan situasi. Rekaman insiden yang beredar luas di media sosial kembali memantik perdebatan publik soal meningkatnya sensitivitas dan konflik Idul Adha di India. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *