LIFESTYLE, Rettro.id – Perusahaan mulai mengubah cara menilai calon karyawan. Gelar tetap penting, tetapi bukan lagi satu-satunya tiket masuk.
Dunia kerja global sedang mengganti aturan main. Jika dulu ijazah dianggap senjata utama untuk melamar pekerjaan, kini banyak perusahaan mulai lebih tertarik pada kemampuan nyata yang bisa dibuktikan langsung.
Perubahan ini dipicu perkembangan teknologi yang melaju jauh lebih cepat dibanding pembaruan kurikulum pendidikan formal. Di bidang digital, misalnya, kemampuan membangun aplikasi, mengelola data, atau mengembangkan kecerdasan buatan sering kali lebih diperhatikan daripada sekadar nama kampus dan nilai akademik.
Namun, bukan berarti ijazah tidak berguna, gelar pendidikan tetap menjadi indikator kompetensi dan fondasi pengetahuan. Hanya saja posisinya kini bergeser. Portofolio, pengalaman praktik, dan keterampilan kerja ikut menjadi pertimbangan penting dalam proses rekrutmen. Melansir Kompascom, Minggu (7/6/26).
Singkatnya pengalaman semakin dilirik, perusahaan semakin menghargai bukti kerja nyata dan hasil yang bisa ditunjukkan.
Skill jadi sorotan, kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi nilai tambah utama. Ijazah tetap penting, gelar pendidikan masih dihargai, tetapi kini lebih sering dilihat bersama portofolio dan keterampilan.
“Dulu pertanyaan pertama HRD ‘Lulusan mana?’ Sekarang telah bergeser jadi, ‘Bisa bikin apa?’, tulis netizen.
Di era kerja modern, ijazah tetap punya tempat, tetapi kemampuan nyata semakin menentukan siapa yang dilirik perusahaan. (*)












