Gencatan Senjata Terancam Runtuh, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel ke Lebanon

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (Foto:Istimewa)

Lebanon, Rettro.id – Situasi di Lebanon kembali memanas setelah gelombang serangan militer Israel dilaporkan terjadi pada Rabu (8/4/2026). Eskalasi terbaru ini menandai pecahnya kembali ketegangan bersenjata yang sebelumnya sempat mereda, sekaligus mempertegas rapuhnya stabilitas kawasan Timur Tengah.

Dampak serangan terbilang masif. Otoritas kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 112 orang tewas dan 837 lainnya mengalami luka-luka. Lonjakan korban dalam waktu singkat membuat sistem layanan kesehatan kolaps, dengan rumah sakit dilaporkan kewalahan menangani arus pasien yang terus berdatangan, melansir AFP, Kamis (9/4/2026).

Krisis kemanusiaan pun kian memburuk. Lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri dari zona konflik, menciptakan gelombang pengungsian besar yang memperparah kondisi sosial dan logistik di berbagai wilayah terdampak.

Di tengah situasi tersebut, Iran mengambil langkah drastis dengan kembali menutup jalur strategis Selat Hormuz. Penutupan ini disebut sebagai respons langsung atas serangan Israel yang dinilai melanggar kesepakatan dan memicu instabilitas regional.

Langkah Teheran ini sontak mengguncang geopolitik global. Penutupan kembali Selat Hormuz jalur vital distribusi energi dunia, tidak hanya menghambat pasokan minyak internasional, tetapi juga mengancam runtuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Ketegangan diplomatik pun kembali memuncak, membuka potensi krisis energi dan konflik yang lebih luas di kawasan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *