KALTIM, Rettro.id – Di tengah panasnya situasi demo yang mengguncang Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Syarifah Suraidah Harum justru “nyaring” bersuara, tapi bukan dari podium atau ruang rapat, melainkan lewat Insta Story.
Istri Gubernur Kaltim ini memilih jalur yang lebih estetik, repost quote. Isinya cukup menohok, dan justru bikin publik makin panas di tengah tuntutan mahasiswa dan masyarakat yang minta evaluasi kebijakan hingga dugaan KKN.
“Tolong normalisasikan tidak mengomentari kehidupan orang lain, tidak ikut campur dengan urusan orang lain merupakan bagian dari etika,” tulisnya.
Kalimat itu langsung terasa kontras dengan situasi di lapangan. Publik sedang ramai membahas fasilitas mewah pejabat, dari mobil miliaran hingga rumah dinas super lengkap tapi dibalas dengan pesan jangan ikut campur.
Warganet pun menangkapnya bukan sekadar quote bijak, melainkan kode keras. Di saat demonstran meminta transparansi, yang muncul justru ajakan untuk “membatasi diri”. Akibatnya, bukanbmalag meredam situasi, curhatan itu malah seperti tabung gas LPG di lempar ke api.
“Babu rakyat harus diawasi, kalau tidak mau ya berhenti,”
“Wajib di demo lagi ini, emang dia yang punya Kaltim, kalau perlu di nepalkan,” tulis warganet di kolom komentar, melansir postingan Tribunnews, Jumat (24/4/2026).
“Memang bukan urusan orang, tapi urusan kehidupan masyakat Kaltim sediri,”
Di dunia nyata, massa berdesakan di depan kantor gubernur, berharap ditemui. Di dunia maya, publik disuguhi pesan moral tentang etika tidak mencampuri urusan orang lain. Dua dunia, dua frekuensi.
“Yang jadi pertanyaan sederhana, kalau kebijakan publik dan penggunaan anggaran dianggap urusan orang lain, lalu posisi rakyat sebenarnya di mana,” tulis yang lain. (*)












