JAKARTA, Rettro.id – Presiden Prabowo Subianto mendadak “naik grafik” di dunia kripto internasional. Bukan karena rupiah menguat atau IHSG hijau, melainkan karena namanya muncul di platform prediction market Polymarket sebagai bahan taruhan politik global.
Warganet Indonesia pun langsung ramai, sebagian serius menganalisis, sebagian lagi sibuk bercanda seolah sedang memantau harga Bitcoin.
Market bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” itu muncul di akun resmi Polymarket di platform X pada Kamis (21/5/2026). Seperti dikutip dari Warta Ekonomi Jumat (22/5/2026)
Dalam market tersebut, pengguna diberi pilihan bulan mulai Mei hingga Desember 2026 untuk memprediksi apakah Prabowo masih akan duduk di kursi RI-1 atau tidak. Seketika, media sosial berubah jadi ruang diskusi campuran antara pengamat politik, trader kripto, dan netizen gabut berlisensi meme.
Cara kerjanya pun mirip pasar taruhan digital. Pengguna bisa membeli posisi “Yes” atau “No” sesuai keyakinan masing-masing. Semakin banyak yang membeli satu posisi, semakin bergerak pula angka probabilitasnya. Alhasil, isu politik Indonesia kini tampil bak grafik candle merah-hijau yang dipantau netizen sambil ngopi malam.
Meski market itu tidak didasarkan pada informasi resmi apa pun, kemunculannya tetap memicu spekulasi liar. Ada yang bercanda soal “orang dalam”, ada pula yang bertanya-tanya mengapa jabatan Presiden Indonesia sampai dijadikan objek taruhan internasional. Beberapa pengguna X bahkan menyebut politik Indonesia kini resmi masuk “arc dunia kripto”.
Polymarket sendiri dikenal sebagai platform prediction market global yang sering membuka prediksi soal pemilu, perang, ekonomi, hingga olahraga dunia.
Namun bagi sebagian netizen Indonesia, kemunculan nama Presiden RI di sana terasa seperti level baru, dari debat politik pindah ke bursa spekulasi digital. Bedanya, kali ini bukan survei elektabilitas yang ramai dibahas, melainkan tombol “buy yes” dan “buy no”. (*)












