Jubir Gerindra Tak Setuju MBG Tunai, Astrio Feligent: Khawatir Dipakai Judol dan Rokok

Juru bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Rettro.id – Keinginan sebagian warga agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan dalam bentuk uang tunai rupanya belum mendapat lampu hijau. Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent, menegaskan bahwa pemerintah lebih memilih membagikan makanan langsung daripada menyerahkan uangnya ke orang tua.

Alasannya cukup sederhana namun bikin publik mengernyit sekaligus tersenyum. Menurut Astrio, jika diberikan dalam bentuk uang tunai, ada risiko dana yang seharusnya menjadi jatah makan anak justru “bertransformasi” menjadi kebutuhan lain yang lebih menggoda, mulai dari rokok hingga judi online.

“Pertanyaan kenapa sih kita tidak memberikan cash aja? Bukannya kita suuzan bahwa ibu-ibu nanti tidak tahu cara membelanjakannya, nanti justru akan spending money-nya untuk hal-hal yang tidak produktif seperti judol, seperti rokok dan sebagainya,” katanya, dikutip dari YouTube CNN Indonesia, Selasa (9/6/2026).

“Bayangkan niat awalnya beli telur dan susu, pas sampai rumah malah berubah jadi deposit receh. Kalorinya hilang, saldo game yang bertambah,” kira-kira begitu kekhawatiran yang disampaikan Astrio.

Ia menjelaskan, MBG bukan sekadar program bagi-bagi makan siang, melainkan paket nutrisi yang sudah dihitung secara rinci. Mulai dari jumlah kalori, protein, hingga kebutuhan gizi berdasarkan usia anak telah dirancang agar seragam di seluruh Indonesia.

Menurutnya, jika seluruh proses diserahkan kepada masing-masing keluarga, pemerintah akan kesulitan memastikan apakah uang tersebut benar-benar berubah menjadi menu bergizi atau justru berubah menjadi daftar belanja yang sangat kreatif.

Gerindra menilai sistem pembagian makanan membuat program lebih terukur dan tepat sasaran. Sebab, satu porsi MBG sudah memiliki standar yang sama, sementara jika berupa uang tunai, hasil akhirnya bisa sangat beragam: ada yang jadi nasi ayam, ada yang jadi gorengan, bahkan bukan tidak mungkin ada yang berakhir menjadi kuota untuk mengejar scatter hitam.

Meski memahami adanya keluhan dari sebagian masyarakat yang merasa lebih tahu kebutuhan keluarganya sendiri, Astrio menegaskan bahwa tujuan utama MBG adalah memastikan nutrisi anak sampai ke piring, bukan sekadar sampai ke dompet.

“Pada dasarnya prinsip daripada kita membuat produk ini dalam bentuk makanan, bukan dalam bentuk cash adalah supaya semuanya bisa terukur, supaya bisa ada keseragaman terutama dari nilai nutrisi yang diciptakan,” paparnya.

Singkatnya, pemerintah ingin memastikan program ini menghasilkan anak yang kenyang dan sehat, bukan dompet yang sebentar kenyang lalu mendadak kosong karena “main sebentar siapa tahu hoki.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *