Terpeleset di Emirates, Aroma Spesialis Runner-Up Arsenal Mulai Tercium

Alex Scott merayakan golnya usai membobol gawang Arsenal di menit ke-74. (Foto:@AfcBournemouth)

Olahraga, Rettro.id – Kabut tebal dan polusi kembali menyelimuti langit Arsenal, dan kali ini bukan karena disebabkan oleh kepulan asap tembakan Meriam.

Melainkan Meriam London yang justru “meledak ke arah yang salah” setelah dipaksa takluk 1-2 dari AFC Bournemouth dalam pekan ke-32 Liga Inggris di kandang sendiri, Emirates Stadium, Sabtu malam (11/4/2026).

Di laga ini, fans Arsenal bercita-cita cita pesta gol, begitu pula dengan keinginan coach Justin, pundit kawakan tanah air yang kalau ngomong tanpa rem.

Namun ironisnya, Arsenal malah lebih dulu jadi korban kejutan. Baru 17 menit laga berjalan, Junior Kroupi sukses membuat publik Emirates terdiam lewat gol pembuka.

Dominasi Arsenal sepanjang laga mendadak terasa seperti “latihan penguasaan bola tanpa hasil” sementara Bournemouth cukup sekali menusuk, langsung kena sasaran.

Harapan sempat muncul ketika wasit menunjuk titik putih usai bola mengenai tangan Ryan Christie. Viktor Gyökeres yang maju sebagai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan.

Skor berubah 1-1, dan fans Arsenal mulai berpikir “ini dia momen comeback klasik,” Sayangnya, yang klasik justru akhir ceritanya.

Memasuki babak kedua, pasukan Mikel Arteta tampil makin agresif, tapi lagi-lagi efektivitas jadi barang langka. Justru di menit ke-74, Alex Scott dengan santai merobek harapan tuan rumah lewat gol kedua Bournemouth hasil umpan Evanilson. Emirates kembali sunyi, kali ini lebih panjang dari sebelumnya.

Hingga peluit panjang berbunyi, Arsenal gagal mengejar. Kekalahan ini jadi episode lanjutan dari “drama inkonsistensi”, setelah sebelumnya juga tumbang di final Piala Liga oleh Manchester City dan disingkirkan Southampton di Piala FA.

Tiga kekalahan dari empat laga terakhir? Ini bukan statistik juara, ini sinyal darurat.
Kini dengan 70 poin dari 32 laga, Arsenal bukannya nyaman di puncak, malah mulai dihantui bayang-bayang lama, runner-up.

Di belakang, Manchester City mengintai dengan 61 poin dari 30 laga, dua pertandingan lebih sedikit. Jika sapu bersih, jarak tinggal tiga poin. Dan seperti musim-musim sebelumnya, aroma “spesialis posisi dua” mulai tercium lagi di Emirates.

Susunan Pemain:

Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Lewis Skelly, Gabriel Magalhaes, William Saliba, Ben White (Mosquera 76′); Declan Rice, Martin Zubimendi (Jesus 76′), Gabriel Martinelli (Trossard 54′), Kai Havertz (Ee 54′), Noni Madueke (Dowman 54′); Viktor Gyokeres. Pelatih: Mikel Arteta.

Bournemouth (4-2-3-1): Djordje Petrovic; Adrien Truffert, Marcos Senesi, James Hill, Alex Jiménez (Smith 90′); Ryan Christie (Adams 70′), Alex Scott; Marcus Tavernier, Junior Kroupi (Toth 85′), Rayan (Brooks 70′); Evanilson (Unal 90′). Pelatih: Andoni Iraola.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *