Olahraga, Rettro.id – Sejarah baru tercetak di panggung UEFA Champions League 2026, bukan sekadar duel, tapi adu bacok gol tanpa jeda napas.
Bayern Munich vs Real Madrid resmi masuk kategori pertandingan “nggak ada kata santai”, dengan total 10 gol dalam dua leg. Perempat final rasa final, tapi dengan bumbu chaos ekstra.
Leg pertama di Santiago Bernabéu sudah kasih kode keras. Bayern pulang bawa kemenangan 2-1. Madrid mungkin sempat mikir “masih bisa dibalik”, tapi ternyata itu cuma trailer sebelum film horor dimulai di leg kedua.
Baru menit pertama, Arda Guler langsung bikin Madrid unggul. Belum sempat Bayern nyalain mesin, eh Güler nambah lagi di menit 29. Tapi Bayern bukan tim yang gampang panik, Aleksandar Pavlovic, Harry Kane, sampai Kylian Mbappe ikut meramaikan papan skor. Skor? Udah kayak pertandingan futsal, bukan Liga Champions.
Masuk menit akhir, drama makin liar. Eduardo Camavinga kena kartu merah di menit 86, disusul Güler yang tadi jadi pahlawan malah ikut mandi lebih cepat di menit 90+5. Dari hero jadi “penonton VIP”—plot twist khas sepak bola.
Melihat Madrid tinggal 10 pemain, Bayern langsung berubah jadi predator. Luis Diaz dan Michael Olise menutup pesta gol di menit 89 dan 90+4. Skor akhir Bayern pesta, Madrid merana.
Keputusan wasit langsung memicu bara dari kubu Madrid. Pelatih Alvaro Arbeloa tak bisa menahan emosi dan melontarkan kritik pedas kepada wasit. “Wasit merusak pertandingan. Anda tidak bisa mengusir pemain karena tindakan seperti itu!,” tegasnya usai pertandingan, melansir beinsport.
Di babak berikutnya, Bayern sudah ditunggu raksasa lain, Paris Saint Germain, juara bertahan yang sebelumnya menyingkirkan Liverpool. (*)












