Kutukan Playoff Menular! Italia Susul Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026

Gianluigi Donnarumma turun dari bus dan sejumlah pemain lain sebelum pertandingan vs Bosnia & Herzegovina (Foto:@italiafootball)

OLAHRAGA, RETTRO.ID – Drama tragis kembali tersaji di panggung sepak bola dunia. Kali ini, giliran raksasa Eropa, Timnas Italia, yang tampaknya ikut “tren” kegagalan setelah Timnas Indonesia lebih dulu harus mengubur mimpi ke Piala Dunia 2026.

Bertanding di Bilino Polje, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, Italia dipaksa menyerah dramatis oleh Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti dengan skor 1-4, setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan.

Awalnya, Gli Azzurri sempat terlihat “waras”. Blunder kiper Bosnia menit ke-15 dimanfaatkan Nicolò Barella yang dengan santai mengirim bola ke Moise Kean. Gol. Italia unggul 1-0, dan publik mulai berpikir “Oke, ini Italia, bukan sinetron.”

Namun plot twist datang lebih cepat dari iklan YouTube. Menit ke-40, Alessandro Bastoni diusir wasit setelah jadi “orang terakhir” yang terlalu semangat menghentikan lawan. Italia pun main 10 orang dan sejak itu, aura “dejavu gagal lolos” mulai terasa.

Petaka lengkap tiba di menit ke-79. Haris Tabaković menyambar bola rebound hasil sundulan Edin Džeko. Skor berubah 1-1, dan mental Italia mulai goyah seperti sinyal WiFi saat hujan.

Babak tambahan 2×15 menit tak mengubah keadaan. Masuk ke adu penalti, Italia yang dulu dikenal dingin justru mendadak “panik berjamaah”. Hasilnya? Kalah telak 1-4.

Dengan hasil ini, Italia resmi mencatat hattrick pahit. Tiga edisi Piala Dunia beruntun absen. Dari juara dunia jadi penghayal setia kisah masa silam.

Sementara itu, publik Indonesia bisa sedikit tersenyum getir. Ternyata, bukan cuma Garuda yang harus gigit jari, tim sekelas Italia pun kini “satu frekuensi”.

Susunan Pemain:

Bosnia: Vasilj; Memic, Muharemovic, Katic, Kolasinac; Sunjic, Dedic, Basic; Bajraktarevic, Demirovic, Dzeko.

Italia: Gianluigi Donnarumma; Mancini, Bastoni, Calafiori; Locatelli, Barella, Tonali, Dimarco, Politano, Kean, Retegui. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *