Jakarta, Rettro.id – Wacana subsidi gas melon makin “canggih”! Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan agar penerima LPG 3 kg tak lagi cukup bawa tabung kosong, tapi juga “bawa mata dan jempol” buat dipindai.
Usulan ini disampaikan Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Dalam pernyataannya di Senayan, Said Abdullah menolak keras wacana pengurangan subsidi BBM. Menurutnya, yang perlu dibenahi bukan dipangkas, tapi dipastikan tepat sasaran khususnya subsidi gas melon yang selama ini sering “nyasar” ke dompet yang terlalu tebal.
Berdasarkan data Susenas, fakta di lapangan cukup bikin geleng-geleng: sekitar 72 persen subsidi solar dan LPG justru dinikmati kelompok mampu (desil 6-10). Sementara warga yang benar-benar butuh, hanya kebagian 28 persen. Ibarat antre nasi gratis, yang kenyang duluan malah yang habis makan di restoran.
Nah, biar nggak kejadian lagi “orang kaya ikut ngantri gas rakyat”, Said mengusulkan sistem biometrik—pakai sidik jari atau bahkan retina mata. Jadi nanti, beli LPG 3 kg mungkin rasanya kayak buka HP: harus scan dulu, baru bisa “login” ke tabung melon.
Tak berhenti di situ, ia juga melirik sistem Aadhaar dari India, yang menghubungkan identitas biometrik dengan rekening bank. Harapannya, subsidi bisa langsung mengalir ke yang berhak tanpa drama “salah sasaran”
Kalau usulan ini benar diterapkan, masa depan beli gas bisa jadi makin futuristik: bukan lagi tanya “bawa KTP?”, tapi “retinanya siap discan?” (*)












