Jakarta, Rettro.id – Drama ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (JKW) tampaknya belum juga masuk babak ending. Bukannya mereda, polemik ini justru makin terasa seperti sinetron panjang tanpa jadwal tamat.
Kali ini, bola panas datang dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang menyarankan agar Jokowi menunjukkan ijazah aslinya demi meredam kegaduhan yang tak kunjung usai.
Namun respons Jokowi? Santai tapi nyelekit.
Dari Solo, Jokowi menegaskan bahwa logika persoalan ini jangan dibalik-balik. Menurutnya, bukan dirinya yang harus sibuk membuktikan, melainkan pihak yang menuduhlah yang wajib menunjukkan bukti.
“Kalau semua orang bisa nuduh lalu yang dituduh disuruh buktiin, ya bisa kacau. Tinggal nuduh saja, selesai,” ujar Jokowi, mengutip Kompas.com, Jumat (10/4/2026).
Di sisi lain, JK tampak memilih jalur “biar cepat selesai”, dengan harapan satu lembar ijazah bisa menutup episode panjang yang sudah keburu melelahkan publik. Apalagi, pernyataan itu muncul di tengah langkah hukumnya terkait tudingan ikut mendanai isu ijazah palsu.
Di jagat maya, reaksi warganet pun pecah jadi dua kubu, bahkan lebih.
Sebagian mendukung JK, menilai langkah tersebut sebagai solusi paling sederhana di tengah polemik berlarut. “Kalau memang ada, tunjukkan saja biar clear. Selesai urusan,” tulis salah satu pengguna, mewakili suara yang ingin drama ini cepat tamat.
Namun tak sedikit pula yang membela JKW. Mereka menilai pernyataan JK justru memperkeruh suasana. Bahkan, ada yang mulai melontarkan tudingan liar dengan menyebut JK sebagai “sutradara di balik layar” yang turun gelanggan demi menghidupkan kembali drama Ijazah.
“Ini bukan soal ijazah lagi, tapi siapa yang mainkan isu,” komentar warganet lain, menambah bumbu teori konspirasi khas media sosial.
Alhasil, polemik ini bukan hanya soal dokumen, tapi sudah menjelma jadi arena opini, persepsi, dan spekulasi.
Publik pun kini jadi penonton setia, sebagian berharap segera ada “ending”, sementara yang lain justru menikmati dramanya karena alurnya semakin tak terduga. (*)












