Jakarta, Rettro.id – Davina Karamoy lagi-lagi bikin jagat maya panas dingin. Bukan karena cuaca, tapi karena keberaniannya menerima peran di serial dewasa Love and 10 Million Dollars. Netizen pun langsung sigap, dari yang sekadar mengernyit sampai yang sudah siap jadi juri kehidupan.
Aktris 23 tahun itu sebelumnya sempat memamerkan poster serial terbarunya di media sosial. Alih-alih panen pujian, kolom komentar malah berubah jadi arena diskusi panas. Netizen merasa Davina terlalu “konsisten” mengambil peran dengan tema dewasa, sebuah konsistensi yang tampaknya bikin sebagian orang gagal move on.
Rekam jejaknya pun ikut diseret ke meja sidang warganet. Mulai dari Ipar adalah Maut (2024), Culture Shock (2025), hingga Sugar Baby (2025), semuanya dianggap punya benang merah yang sama: tema dewasa dengan level berbeda. Netizen seperti menemukan pola, dan mereka tidak bisa diam begitu saja.
Tapi Davina santai, seolah komentar pedas itu cuma angin lalu yang mampir sebentar. Baginya, semua keputusan sudah melalui pertimbangan matang, bukan hasil lempar koin apalagi polling netizen.
“Kan balik lagi ke pemilihan aku ya, apakah aku akan ambil atau tidak. Banyak kok beberapa proyek yang aku tolak, tapi kalau aku memang suka dengan ceritanya, ya pasti aku ambil,” jelasnya di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Soal cap negatif? Davina tampaknya sudah pasang tameng sejak awal. Ia sadar, setiap pilihan pasti ada konsekuensi, termasuk jadi bahan obrolan netizen yang hobi mengulas hidup orang lain.
“Stigma itu kan ya out of my control. Tapi dibilang ketakutan atau nggak, aku pasti sudah tahu dong resiko itu dari awal,” ungkapnya.
Bagi Devina, keputusan menerima Love and 10 Million Dollars pun bukan tanpa alasan. Cerita dianggap menarik jadi daya tarik utama, bukan sekadar sensasi.
Untuk urusan adegan dewasa, ia memastikan semuanya berjalan aman berkat kehadiran Intimacy Coordinator. Jadi, sementara netizen sibuk berdebat, Davina tetap fokus berakting, karena pada akhirnya, yang jalanin karier ya dia, bukan kolom komentar. (*)












