Bikin Publik Garuk Kepala, Meski Dibacok Brutal Kades Pakel Minta Pelaku Tak Diproses Hukum

Kades Pakel, Sampurno, memberikan keterangan atas peristiwa yang menimpanya usai keluar dari RS setempat. (Foto:Tangkapan Layar)

Lumajang, Rettro.id – Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sampurno, bikin publik garuk kepala. Habis jadi korban pembacokan, dia malah minta kasusnya tak usah dibawa ke jalur hukum.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar pun merespons santai tapi tetap prosedural. Polisi, kata dia, membuka peluang penyelesaian lewat restorative justice alias jalur damai, sesuai keinginan korban.

“Memang terkonfirmasi korban ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,” ujar Alex di Mapolres Lumajang, melansir Kompas.com Jumat (17/4/2026)

Ia menegaskan, pintu damai tetap terbuka selama sesuai aturan. Meski begitu, polisi tak serta-merta “ikut damai duluan”. Pemeriksaan terhadap para terduga pelaku tetap jalan terus. Total ada 10 orang yang diduga ikut dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Peristiwa berdarah itu terjadi Rabu (15/4/2026).
Sampurno (45) diserang belasan orang bersenjata tajam hingga mengalami luka bacok di kepala dan bahu kanan. Tapi alih-alih menuntut, ia justru memilih memaafkan.
Yang lebih bikin melongo, permintaan Sampurno bukan macam-macam.

Ia hanya ingin para pelaku datang, minta maaf langsung padanya, lalu, kalau bisa, sekalian “ngaji rasa” lewat sholawatan bareng.

“Mungkin cukup orang-orang itu (pelaku) minta maaf pada guru-guru saya dan keluarga saya,” kata Sampurno di Lumajang.

“Jangan sampai ditahan, jangan sampai dipukul, apalagi dimintai uang, cukup pertemukan saya kita bersalawat bareng,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *