OLAHRAGA, RETTRO.ID – Manchester United pulang dengan hasil memalukan dari markas Como. Setan Merah dihajar 1-4 dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Italia, Kamis (22/10/2026) waktu setempat.
Nico Paz menjadi mimpi buruk bagi MU. Pemain Como itu mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-2 dan ke-57, serta berkontribusi dalam dominasi tuan rumah yang membuat pertahanan tim tamu kewalahan.
Como langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit melalui tembakan Paz. MU gagal bangkit dan justru kembali kebobolan setela h turun minum.
Anastasios Douvikas menggandakan keunggulan tuan rumah pada menit ke-49. Paz kemudian mencetak gol keduanya delapan menit berselang untuk membawa Como unggul 3-0.
Penderitaan MU bertambah ketika Jacobo Ramon membobol gawang Setan Merah pada menit ke-76. Joshua Zirkzee baru mampu mencetak gol hiburan pada masa injury time. Skor 4-1 menutup laga dengan kekalahan telak bagi tim tamu.
Hasil ini memperpanjang catatan buruk MU di kompetisi elite Eropa. Setelah sebelumnya takluk 0-2 dari Atletico Madrid, Bruno Fernandes dan kawan-kawan kembali gagal meraih poin. Mereka kini menempati peringkat ke-20 dengan koleksi tiga poin.
Carrick Akui Tanggung Jawab
Manajer Manchester United, Michael Carrick, tak mencari alasan atas kekalahan tersebut. Ia mengakui penampilan timnya jauh dari harapan dan menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil yang diraih.
“Ini lebih dari sekadar mengecewakan. Menurut saya, semua orang harus bertanggung jawab atas hal ini. Saya bertanggung jawab penuh, 100 persen, atas tim secara keseluruhan dan performa yang ditampilkan. Semuanya bermuara pada saya,” ujar Carrick kepada TNT Sports seusai pertandingan.
Ia juga menilai penampilan MU tidak bisa diterima, terlebih karena klub tersebut memiliki sejarah dan basis pendukung yang besar.
“Tanggung jawab ada di tangan saya dan saya sepenuhnya menerima itu. Namun, sebagai seseorang yang telah lama menjadi pendukung klub ini, melihat performa seperti tadi adalah sesuatu yang tidak bisa diterima,” katanya.
Carrick turut menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter yang telah menempuh perjalanan jauh ke Italia untuk mendukung tim kesayangan mereka.
“Saya sangat peduli kepada para fan. Mereka adalah denyut nadi klub ini dan akan selalu demikian. Mereka telah menempuh perjalanan jauh, jadi saya harus meminta maaf atas performa tadi,” ucapnya.
Tekanan Meningkat Jelang Lawan Bournemouth
Kekalahan dari Como menambah tekanan terhadap Carrick di tengah upaya Manchester United menemukan konsistensi permainan. Hasil buruk di Eropa menjadi pekerjaan rumah serius bagi sang manajer sebelum timnya kembali berlaga di Liga Inggris.
MU dijadwalkan menghadapi Bournemouth pada pertandingan berikutnya. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Setan Merah untuk merespons kekalahan sekaligus memperbaiki kepercayaan diri tim.
Di kubu seberang, kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Como. Tim asuhan Cesc Fabregas tampil efektif dalam memanfaatkan peluang dan mampu menghukum kesalahan pertahanan MU.
Bagi Setan Merah, kekalahan 1-4 ini bukan sekadar kehilangan poin. Carrick kini dituntut membuktikan bahwa pengakuan tanggung jawab yang disampaikannya dapat diikuti perubahan nyata di lapangan. (*)












