Taman Bunga Sumenep Jadi Sasaran Pengawasan, 5 Titik Bakal Dipasang CCTV

Taman Bunga Sumenep dipasangi cctv (Foto: ilustrasi)

SUMENEP, RETTRO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di lima titik Taman Bunga Sumenep sebelum akhir 2026.

Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf mengatakan, pemasangan CCTV ditargetkan mulai dilakukan pada Oktober 2026. Langkah tersebut disiapkan untuk memperkuat pemantauan kawasan yang menjadi salah satu ruang publik utama di pusat kota.

“Insyaallah rencana kami akan dipasang lima titik di Taman Bunga. Sebab, Taman Bunga ini kan terbuka selama 24 jam,” ujar Anwar saat ditemui di kantornya, Kamis (24/9/2026).

Menurut Anwar, CCTV tidak hanya digunakan untuk memantau kebersihan. Kamera juga diharapkan membantu DLH mengetahui berbagai kejadian yang berlangsung di kawasan tersebut sehingga respons terhadap persoalan di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.

“Dengan adanya CCTV, kami bisa memantau kondisi kebersihan sekaligus mengetahui jika terjadi sesuatu di area Taman Bunga. Jadi, ketika ada kejadian, kami bisa lebih cepat merespons,” katanya.

Pengawasan juga akan mencakup keamanan, ketertiban, serta kondisi sarana dan prasarana Taman Bunga.

“Ini kan wajah kota. Jadi, yang kami awasi bukan hanya kebersihannya, tetapi juga keamanan, ketertiban, serta kondisi sarana dan prasarana yang ada di sana,” ujar mantan Kepala DPMD Sumenep tersebut.

DLH berharap pemasangan CCTV sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar ikut menjaga kebersihan ruang publik dan tidak membuang sampah sembarangan.

Terkait kemungkinan sanksi bagi pelanggaran yang terekam kamera, Anwar memastikan tindakan akan disesuaikan dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Soal sanksi tentu akan kami lakukan sesuai prosedur. Kalau tingkat pelanggarannya sudah tidak bisa ditoleransi, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan,” paparnya.

DPRD: Jangan Jadi Pajangan Digital

Rencana tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Sumenep Wahyudi.

Politisi PDIP asal Pulau Kangean itu menilai pemasangan CCTV perlu diikuti sistem pengelolaan yang jelas. Menurutnya, DLH harus memastikan kebutuhan pemasangan, anggaran, pihak yang mengoperasikan hingga ukuran keberhasilannya.

“DPRD tentu mendukung pengawasan ruang publik, tetapi jangan sampai CCTV hanya menjadi pajangan digital sementara persoalan kebersihan, ketertiban, dan pemeliharaan Taman Bunga masih belum tertangani secara optimal,” kata Wahyudi.

Pria yang akrab disapa Didik itu juga meminta hasil pemantauan CCTV benar-benar ditindaklanjuti. Sebab, menurutnya, kamera hanya akan berguna jika informasi yang diperoleh mampu mendorong respons nyata di lapangan.

“Jangan sampai kita sibuk memasang kamera untuk melihat masalah, tetapi lambat bertindak ketika masalah itu sudah terlihat. Setiap rupiah APBD harus menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *