Jelang Hari Jadi Sumenep ke-758, Bappeda Tekankan Semangat Kolaborasi

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto. (Foto: istimewa)

SUMENEP, RETTRO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mempersiapkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 yang diperingati setiap 31 Oktober.

Momentum Hari Jadi tahun 2026 mengusung semangat “Songennep Sodek Parjuga”. Peringatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menghadapi tantangan daerah ke depan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengatakan Hari Jadi menjadi kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk melihat kembali capaian pembangunan yang telah dilakukan.

Menurut Arif, evaluasi terhadap perjalanan pembangunan penting dilakukan agar arah pembangunan Sumenep ke depan semakin terukur dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep menjadi pengingat atas perjalanan pembangunan yang telah dilalui sekaligus menjadi semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya. Senin (5/10/2026).

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat berjalan secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha serta berbagai pemangku kepentingan agar potensi daerah dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Arif menyebut sejumlah sektor yang menjadi kekuatan Sumenep perlu dikembangkan secara terintegrasi. Dengan begitu, pembangunan antarsektor dapat saling mendukung dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain menjadi refleksi perjalanan daerah, Hari Jadi juga diharapkan memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap Kabupaten Sumenep.

“Yang terpenting adalah bagaimana semangat Hari Jadi ini menjadi energi bersama untuk membangun Sumenep yang lebih baik,” katanya.

Peringatan Hari Jadi ke-758 diharapkan tidak berhenti pada rangkaian seremoni dan kemeriahan. Momentum tersebut juga diarahkan menjadi penguat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kesinambungan pembangunan Sumenep.

Semangat kebersamaan itu menjadi bagian penting dalam menatap perjalanan Sumenep ke depan, dengan pembangunan yang diarahkan pada penguatan potensi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *