Bappeda Sumenep Siapkan Strategi Pengadalian Inflasi, Distribusi Pangan ke Kepulauan Jadi Perhatian

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto saat memaparkan materi dalam sebuah rapat di Pemkab Sumenep. (Foto: istimewa)

SUMENEP, Rettro.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperkuat strategi pengendalian inflasi dengan membenahi ketahanan pangan dan distribusi kebutuhan pokok hingga wilayah kepulauan.

Langkah tersebut dituangkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) 2025–2029.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan RAD-PG disiapkan untuk memastikan ketersediaan pangan, menjaga harga tetap terjangkau, serta memperluas akses terhadap pangan bergizi di seluruh wilayah Sumenep.

“Inflasi tidak bisa dikendalikan oleh satu instansi saja. Ini memerlukan kerja bersama, terutama di sektor pangan dan distribusinya,” ujar Arif, Rabu (19/8).

Menurutnya, tantangan Sumenep lebih kompleks karena memiliki wilayah kepulauan. Jarak dan biaya distribusi dapat memengaruhi harga bahan pokok yang diterima masyarakat di pulau-pulau.

Karena itu, Bappeda mendorong penguatan produksi pangan lokal sekaligus pembenahan rantai distribusi. Sejumlah OPD, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Kesehatan, diminta memperkuat sinergi agar program pangan dan gizi berjalan terpadu.

Selain pangan, Pemkab Sumenep juga didorong memperkuat fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari pajak dan retribusi. Langkah tersebut diharapkan memperluas ruang fiskal untuk pembangunan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Kalau daya beli masyarakat terjaga dan fiskal daerah kuat, maka pembangunan di Sumenep bisa berjalan secara berkelanjutan,” pungkas Arif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *