SUMENEP, RETTRO.ID – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggerakkan aksi bersih-bersih di sejumlah kawasan perkotaan untuk mengantisipasi persoalan sampah menjelang musim hujan.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pembersihan dilakukan di sejumlah titik, mulai dari kali, selokan hingga kawasan Stadion GOR A. Yani Sumenep, Rabu (23/9/2026).
Aksi tersebut menjadi bagian dari peringatan World Cleanup Day dengan melibatkan masyarakat, sejumlah kepala desa di wilayah kota, serta personel TNI.
Sebelumnya, pada 20 September 2026, DLH juga menggelar aksi serupa di kawasan Pantai Badur.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat tidak melihat kebersihan sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadikannya bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya membangun kecintaan masyarakat terhadap lingkungan, termasuk dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Menurut Fauzi, lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kawasan yang nyaman, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi langkah DLH yang memperkuat aksi kebersihan di wilayah perkotaan menjelang musim hujan.
Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf mengatakan, sampah yang menumpuk di kali dan selokan perlu segera dibersihkan agar tidak mengganggu aliran air ketika hujan turun.
“Apalagi sebentar lagi menghadapi musim hujan. Sampah-sampah yang ada di selokan kita bersihkan dan diangkat agar saat hujan tidak hanyut dan menyumbat aliran air,” ujar Anwar.
Menurutnya, aksi World Cleanup Day diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan harus terus dibangun secara berkelanjutan.
“Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab DLH, tetapi menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Kesadaran masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Anwar mengapresiasi keterlibatan masyarakat, pemerintah desa dan TNI dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas elemen dinilai penting karena persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.
“Harapannya masyarakat semakin mencintai kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (*)












