Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan OPD Kejar Target dan Manfaat

Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, saat rapat bersama sejumlah pimpinan kepala OPD. (Foto: istimewa)

SUMENEP, RETTRO.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak menjadikan serapan anggaran sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan program.

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, menegaskan setiap program yang telah direncanakan harus berjalan sesuai target, indikator, serta memberikan hasil yang terukur bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana program yang sudah direncanakan itu bisa berjalan sesuai target. Jadi, bukan hanya anggarannya terserap, tetapi target dan hasil yang sudah ditetapkan juga harus tercapai,” kata Arif, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, pelaksanaan program OPD perlu dipantau secara berkala. Langkah itu penting untuk mengetahui perkembangan sekaligus mendeteksi sejak dini berbagai kendala yang berpotensi membuat target pembangunan tidak tercapai.

“Kalau ada kendala dalam pelaksanaan, segera diidentifikasi. Jangan sampai nanti di akhir tahun baru diketahui ada target yang belum tercapai,” ujarnya.

Arif juga meminta OPD memastikan program yang dilaksanakan tetap sesuai dengan perencanaan pembangunan daerah. Setiap kegiatan harus memiliki target dan indikator capaian yang jelas.

Bagi Bappeda, keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada terlaksananya sebuah kegiatan. Ukuran akhirnya adalah hasil dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Perencanaan yang baik harus diikuti dengan pelaksanaan yang baik. Karena pada akhirnya yang kita ukur bukan hanya kegiatan terlaksana, tetapi sejauh mana program tersebut memberikan hasil dan manfaat,” jelasnya.

Bappeda Sumenep akan terus berkoordinasi dengan seluruh OPD untuk memantau perkembangan program sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai kendala yang muncul.

Arif berharap seluruh OPD bekerja dengan target yang jelas sehingga program pembangunan yang telah masuk dalam perencanaan tidak berhenti pada dokumen dan penyerapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan capaian yang terukur.

“Kita ingin seluruh OPD bekerja dengan target yang jelas, sehingga apa yang sudah direncanakan dalam pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara optimal,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *