Rocky Gerung Masuk Istana, Dulu Kritik Penguasa Kini Jadi Wantimpres

Rocky Gerung dilantik sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Foto: istimewa)

JAKARTA, RETTRO.ID – Rocky Gerung kini berada di posisi yang berbeda dari panggung yang selama ini membesarkan namanya sebagai pengkritik pemerintah.

Tokoh intelektual yang dikenal vokal melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan, termasuk pada era Presiden Joko Widodo, kini resmi masuk dalam lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Rocky dilantik sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Masuknya Rocky ke dalam pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi sorotan. Sebab, selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai salah satu figur yang konsisten menyuarakan kritik terhadap kekuasaan.

Kini, posisi Rocky berubah. Ia tidak lagi hanya berdiri di luar pemerintahan untuk mengkritisi kebijakan, tetapi berada di dalam lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Rocky menyebut Wantimpres memiliki peran mengolah perbedaan persepsi antara publik dan pemerintah.

“Bukan mengubah persepsi, mengolah persepsi itu supaya sama dengan persepsi presiden. Kan seringkali itu persepsi publik berbeda,” kata Rocky usai dilantik.

Menurutnya, Wantimpres tidak dibentuk untuk menjawab persoalan konkret yang muncul setiap hari. Lembaga tersebut lebih diarahkan untuk melakukan kontemplasi terhadap berbagai persoalan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang.

Rocky mengibaratkan Wantimpres seperti oversight committee dalam sebuah perusahaan. Namun, karena yang diurus merupakan kepentingan publik, dibutuhkan keahlian sekaligus ketajaman membaca persoalan.

“Yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan, dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri,” ujarnya.

Masuknya Rocky ke pemerintahan pun menghadirkan babak baru dalam perjalanan kritiknya terhadap kekuasaan.

Dari luar istana, ia selama ini dikenal lantang membedah kebijakan pemerintah. Kini, ia justru mendapat ruang langsung di lingkungan kekuasaan untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden Prabowo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *