Kemarau Panjang, Ratusan Warga Masalembu Gelar Salat Minta Hujan

Khusyuk, ratusan warga Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, menggelar salat minta hujan (istisqa) di Balai Kebudayaan Taman Polay, Minggu (11/10/2026).

SUMENEP, RETTRO.ID – Di tengah kemarau panjang, kekurangan air bersih mulai mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga Masalembu.

Untuk keluar dari krisis itu, ratusan warga Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, menggelar salat istisqa (minta hujan) di Balai Kebudayaan Taman Polay, Minggu (11/10/2026).

Tak hanya warga biasa, kegiatan tersebut selain diikuti petani, nelayan, ibu rumah tangga, para anggota TNI, Polri dan ASN serta legislator.

Anggota DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath mengatakan salat istisqa menjadi ikhtiar warga menghadapi kekeringan yang belum berakhir.

“Lama tidak turun hujan, sehingga kekeringan melanda di daerah kita, di Masalembu, sehingga perlu kita melaksanakan salat ini (istisqa),” kata Darul.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan kekeringan berdampak pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Petani kesulitan mengairi lahan, peternak membutuhkan air untuk ternak, sedangkan nelayan mengalami penurunan hasil tangkapan.

“Ketika kekeringan terjadi berkepanjangan, sudah sepatutnya kami menengadahkan tangan, meminta rida Tuhan,” ujarnya.

Darul berharap hujan segera turun agar kebutuhan air bersih terpenuhi dan aktivitas ekonomi warga kembali normal.

“Semoga hujan segera turun sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan aktivitas warga kembali normal,” katanya.

Sementara itu, tokoh agama setempat, Ustadz Hafid Afindi, menilai pelaksanaan salat istisqa penting dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) di Masalembu karena merupakan sunah yang dianjurkan Rasulullah.

“Ini baik sekali dan perlu dilakukan oleh ormas yang ada di Masalembu, karena ini sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah,” pungkas Hafid. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *